Rabu, 28 Juli 2010

Contoh command-command yang umum digunakan dalam iptables

-A
yaitu append. Memiliki struktur -A [chain] [aturan]. Berfungsi untuk menetapkan aturan ke dalam chains. Contoh : iptables -A INPUT -s 192.168.0.1

-D
yaitu delete aturan. Memiliki struktur -D [chain] [aturan] atau -D [chain] [nomor urutan aturan]. Berfungsi untuk menghapus aturan dari chains atau menghapus aturan berdasarkan urutan list didalam chains. Contoh : iptables -D INPUT 1 ( menghapus aturan pertama dalam chain INPUT )

-I
yaitu insert. Memiliki struktur -I [chain] [nomor urutan aturan] [aturan]. Berfungsi untuk memasukan aturan baru kedalam chain. Bila nomor urutan aturan adalah 1 berarti aturan tersebut dimasukkan ke prioritas utama dalam chain. Contoh : iptables -I OUTPUT 2 -s 192.168.0.1

-R
yaitu replace. Memiliki struktur -R [chain] [nomor urutan aturan] [aturan baru]. Berfungsi untuk menimpa / me-replace aturan lama dengan aturan baru dalam chain. Contoh : iptables -I OUTPUT 2 -s 192.168.0.1 ( menimpa rule kedua dengan rule baru -s 192.168.0.1

-L
yaitu list. Memiliki struktur -L [chain]. Berfungsi untuk menampilkan daftar aturan-aturan didalam chain. Bila chain tidak disertakan maka akan muncul aturan dalam semua chain. Contoh : iptables -L INPUT

-F
yaitu flush. Memiliki struktur -F [chain]. Berfungsi untuk menghilangkan semua aturan pada chain. Contoh: iptables -F FORWARD ( menghapus semua aturan didalam chain FORWARD )

-N
yaitu new. Memiliki struktur -N [chain]. Berfungsi untuk membuat chain baru. Contoh: iptables -N GET

-X
yaitu delete chain. Memiliki struktur -X [chain]. Berfungsi untuk menghapus chain dan ini berbeda dengan -D yang berguna untuk menghapus rule saja. Untuk menghapus chain, dipastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada aturan-aturan didalam chain tersebut. Dapat digunakan flush untuk menghapus aturan-aturan di dalam chains, Contoh: iptables -X GET

-E
yaitu rename chain. Memiliki struktur -E [chain lama] [chain baru]. Berfungsi untuk me-rename / mengganti nama chain yang ada didalam iptables. Contoh: iptables -E GET PUT

Setelah kita mengetahui perintah-perintah pada iptables, yang kira perlu pahami berikutnya adalah parameter. Kita melihat contoh perintah "iptables -I OUTPUT 2 -s 192.168.0.1". Disini, -s merupakan parameter. Kegunaan parameter adalah untuk mengidentifikasikan spesifikasi aturan dan digunakan untuk mengikuti perintah umum seperti add, delete, insert, replace dan append.

-p

yaitu menunjukkan protokol. Untuk mengindentifikasikan protokol dalam rule seperti tcp, udp, icmp,dst diperlukan parameter ini.Contoh: iptables -A INPUT -p tcp

-m
yaitu match option. Mirip dengan -p tetapi perbedaannya adalah modul yang digunakan. Bila pada -p menggunakan modul yang bersifat spesifik tetapi berbeda dengan -m. Dengan menggunakan parameter ini, kita bebas menentukan nama module yang dipakai dan meng-variasikannya dalam perintah selanjutnya. Contoh : iptables -A INPUT -s 192.168.0.0/16 -m comment --comment "IP yang di-blok" ( berarti modul comment berisi perintah --comment "IP yang di-blok" )

-s
yaitu source alamat hostname / ip. Contoh : iptables -A INPUT -s 192.168.0.1

-d
yaitu destination / tujuan dari alamat ip. Contoh: iptables -A INPUT -d 192.168.0.2

-j
yaitu jump. Berfungsi untuk memberikan keputusan setelah paket data cocok dengan aturan. Biasanya terdapat di akhir perintah dan diikuti argumen perintah. Contoh : iptables -A INPUT -s 192.168.0.2 -j DROP.

-i
yaitu in-interface alias nama interface yang menerima kiriman paket ( terbatas pada chain INPUT, FORWARD dan PREROUTING saja ). Contoh: iptables -A INPUT -i eth0 -s 192.168.0.2

-o
yaitu out-interface alias nama interface yang akan mengirim paket keluar (terbatas pada chain FORWARD, OUTPUT dan POSTROUTING). Contoh : iptables -A OUTPUT -o eth1 -s 192.168.0.2

-c
yaitu counter untuk menghitung paket-paket yang lewat dari sebuah aturan. Penulisan parameter ditulis sebelum command semacam APPEND,INSERT,REPLACE,dst. Contoh : iptables -c -A INPUT -s 192.168.0.2

-n
yaitu numeric. Parameter ini akan menampilkan output numeric seperti hostname,ip, port, nama network,dst. Contoh: iptables -L -n

-v
yaitu verbose yang berarti menampilkan informasi secara keseluruhan alias dalam bahasa indonesia terjemahannya "bertele-tele". Contoh: iptables -L -n -v

Berikut ada beberapa argument seperti:

ACCEPT,
Menerima paket data yang datang.

DROP
mengesampingkan paket data yang datang dan tidak memberikan reply. Sehingga paket yang datang langsung dibuang begitu saja tanpa memberikan balasan report kepada pengirim paket.

REJECT
menolak paket data yang datang. Berbeda dengan DROP, REJECT mengembalikan kembali paket yang telah dikirimkan tanpa flag / report.

DENY
menolak paket data yang datang dengan memberikan informasi. Berbeda dengan REJECT, DENY akan memberikan flag / informasi kepada pengirim paket bahwa paket yang dikirimkan telah ditolak.

Nah, sekarang kita sudah mendapatkan gambaran umum bagaimana cara konfigurasi iptables. Berikut akan saya sertakan contoh - contohnya:

#meng-drop semua kiriman paket dari ip address 192.168.0.1
Leonzack:~# iptables -A INPUT -s 192.168.0.1 -j DROP

#menerima paket TCP dari range ip address 192.168.0.1 sampai 192.168.0.15
Leonzack:~# iptables -A INPUT -p TCP -s 192.168.0.1/192.168.0.15 -j ACCEPT

#menolak semua paket ping loopback lokal ( interface yang digunakan adalah lo )
Leonzack:~# iptables -A INPUT -i lo -p ICMP -j DENY

#melihat list daftar aturan
Leonzack:~# iptables -L -n -v

0 comments:

Posting Komentar